Berbicara mengenai suku bunga LPS, mulai 25 November 2020 lalu, suku bunga Lembaga Penjaminan Simpanan atau LPS di perbankan turun. Penurunan suku bunga LPS terbaru ini seiring dengan suku bunga simpanan pada bank yang semakin menurun. Suku bunga penjaminan diturunkan oleh LPS pada bank umum dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) sebesar 50 bps (basis points) atau 0,5 persen untuk simpanan yang denominasi rupiah. Sementara untuk yang berbentuk valuta asing, suku bunga turun 0,25 persen. Lalu seperti apa suku bunga penjaminan LPS pada perbankan saat ini dengan adanya penurunan tersebut? Mari simak di bawah ini pembahasannya.

Suku Bunga LPS Terbaru di Perbankan Setelah Penurunan

  1. Setelah penurunan, suku bunga LPS terbaru simpanan rupiah pada bank umum yang mulanya 5 persen turun menjadi 4,5 persen.
  2. Setelah penetapan penurunan, suku bunga penjaminan LPS simpanan valas pada bank umum yang mulanya 1,25 persen turun menjadi 1 persen.
  3. Setelah penurunan suku bunga yang ditetapkan LPS, suku bunga penjaminan LPS simpanan rupiah pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang mulanya 7,50 persen turun menjadi 7 persen.

Penurunan dari suku bunga penjamin LPS tersebut sesuai dengan hasil rapat Dewan Komisioner LPS 23 November 2020 silam. LPS untuk selanjutnya akan melakukan pemantauan serta evaluasi secara terus mengenai kebijakan Tingkat Bunga Penjaminan. Selain itu, juga selalu terbuka untuk melakukan penyesuaian agar sesuai dengan perkembangan.

Sesuai dengan ketentuan berlaku jika suku bunga simpanan diperjanjikan nasabah dengan bank lebih dari Tingkat Bunga Penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah tersebut menjadi akan tidak dijamin. Lalu berkenaan dengan itu, LPS melakukan himbauan pada setiap bank agar selalu memberitahukan pada para nasabah penyimpan tentang Tingkat Bunga Penjaminan simpanan berlaku serta nilai simpanan maksimal yang LPS jamin.

Hal itu mempunyai tujuan untuk melindungi nasabah serta untuk memperluas cakupan dari penjaminan. Selain itu, LPS melakukan himbauan juga supaya perbankan memperhatikan lebih mengenai ketentuan tingkat bunga penjaminan untuk penghimpunan data. Lalu yang selanjutnya bank dihimbau agar tetap memperhatikan bagaimana kondisi dari likuiditas serta dihimbau untuk tetap mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas yang diberlakukan oleh BI (Bank Indonesia), dan mematuhi pengaturan dan pengawasan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sebagai salah satu lembaga yang berwenang.

Nah, begitulah suku bunga LPS terbaru kini setelah tanggal 25 November 2020. Sebagai nasabah penyimpan, sebaiknya Anda juga memperhatikan mengenai hal-hal seperti ini. Anda bisa bertanya lebih lanjut pada pihak bank apabila ingin mengetahui lebih lanjut mengenai suku bunga yang paling baru, serta bagaimana ketentuannya. Dengan begitu, Anda tidak akan bingung mengenai ketentuan atau aturan yang sedang berlaku. Semoga bermanfaat!

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *